Selamat Tinggal!

Aku adalah riak air yang membeku jadi batu Dan aku adalah kata-kata yang tak pernah berubah menjadi makna Mengutuk awan biru jadi kelabu Yang menghapus pelangi penuh warna Sementara kau adalah tetes air hujan dengan gemuruh petir menggelegar Juga kau adalah rasa yang nyata yang mencerca hati dan menyiksanya Pohon-pohon…

Read More
Sajak Matahari

Sajak Matahari

SAJAK MATAHARI Oleh W.S. Rendra   — Matahari bangkit dari sanubariku. Menyentuh permukaan samodra raya. Matahari keluar dari mulutku, menjadi pelangi di cakrawala. — Wajahmu keluar dari jidatku, wahai kamu, wanita miskin ! kakimu terbenam di dalam lumpur. Kamu harapkan beras seperempat gantang, dan di tengah sawah tuan tanah menanammu…

Read More
Kau Lelap di MalamNya

Kau Lelap di MalamNya

Kau Lelap di MalamNya oleh Mieft Aenzeish — padahal bulan masih belum usai di subuh dan malam masih memundaki tubuh bumi tetapi mripatku, masih enggan tuk lekihlekuh menyusul Kau yang lebih dulu mewangi dalam mimpi — biasanya, sayang, menjelang tengah malam kulihat sepasang bintang mendekat ke bulan kemudian tanpa kutahu…

Read More

Sajak Pendek Tentang Sore

Sajak Pendek Tentang Sore oleh Mieft Aenzeish kepada sore kutanyakan dimana engkau kini dan jawabnya, engkau ada di dalam indah warna warni kepada angin kunyatakan kerinduan ini untukmu, yang mewarniwarna dalam sanubari dan wewangian daun mengembang harum membasuhiku serupa pelukmu yang tak pernah jadi kaku karena┬ámemang engkaulah aku mencintai dirimu…

Read More