Semenit Sebelum Maghrib

Semenit Sebelum Maghrib Puisi oleh Mieft Aenzeish   Dan kulihat dedaun berhenti menari Menolak angin, yang lalu pergi sendiri Menyapa setiap jari jemari Berharap hujan...

Sajak Sore di Kota Cimahi

Sajak Sore di Kota Cimahi Puisi oleh Mieft Aenzeish   Sendiri, sejak hujan kembali Entah dalam hitunganku atau rindu ini yang tertali Mencari dimana gelap...

Selamat Tinggal!

Aku adalah riak air yang membeku jadi batu Dan aku adalah kata-kata yang tak pernah berubah menjadi makna Mengutuk awan biru jadi kelabu Yang menghapus...

Bait Cinta dalam Puisi Nenden Lilis A.

Judul: Maskumambang buat Ibu Penulis: Nenden Lilis A. Cetakan: Pertama, Oktober 2016 Tebal: 117 halaman Penerbit: Rumput Merah   Oleh Setyani Melati K. Maskumambang Buat...

Sajak Matahari

SAJAK MATAHARI Oleh W.S. Rendra   — Matahari bangkit dari sanubariku. Menyentuh permukaan samodra raya. Matahari keluar dari mulutku, menjadi pelangi di cakrawala. — Wajahmu...

Kau Lelap di MalamNya

Kau Lelap di MalamNya oleh Mieft Aenzeish — padahal bulan masih belum usai di subuh dan malam masih memundaki tubuh bumi tetapi mripatku, masih enggan...

Sabtu Pagi di Sebuah Percakapan

Isi kepala melirik isi perut, Wah, perutmu kosong, pantas saja aku susah mikir. Kenapa kau tidak makan saja dulu, banyak hal yang harus diselesaikan dan...

Melamunimu, Satu dari Seribu Cara Mencintaimu

Melamunimu, Satu dari Seribu Cara Mencintaimu oleh Mieft Aenzeish   melamun adalah caraku meramaikan pikiran dan melamunimu sungguh suatu keindahan keindahan yang ujungnya ada di...

Sajak Pendek Tentang Sore

Sajak Pendek Tentang Sore oleh Mieft Aenzeish kepada sore kutanyakan dimana engkau kini dan jawabnya, engkau ada di dalam indah warna warni kepada angin kunyatakan...