Friday, 18 January 2013

AKANKAH PELANGI MELARIK SELAGI HUJAN MEMBADAI?

Tags



~SAJAK~: Setyo Widodo



: akankah pelangi melarik selagi hujan membadai?



begitu kau ungkap

dengan desahan yang meningkap

bahkan di Kemersik hujan; menderaspun aku dengar

suaramu. masih menggetar



"aku menyukai mawar', tegasmu.

: duri melukai; mendarah segar



dan kaupuisikan di Altar:

"ia indah, bagiku. akan selalu kutuai.

meski sekujurku terlukai.

bukankah mawar itu mengindahkan jiwa,

dan duri hanya akan memisaui raga

sedang tubuh terajah bukanlah nista?".



oh..!

aku inginkan ia tanpa tawar.

: kesejatianku adalah mawar

sayang, aku merinduimu..!

ku tuang asmara ke cawan cumbu.

namun tertoreh lukaluka; mendampar kelabu

kurasai ia bagai bilah belati,

berkalung melati.

: tajam

pada hatiku menikam



"suakanlah..!, katamu,

mawar tetaplah mawar.

hambar jika tak memekar.

keperihannya serupa daun kering

meliuk ke tanah memelanting.

kepedihannya serupa purnama

menerang di sianglaga".



seringai kilatan meliuk di gemeretuk hujan.

berkejaran menciumi awan.

meningkah membelah gundah.

berharap tak jengah

: pelangi...datangkah?

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon