Sunday, 20 January 2013

Aku Akan Melewatimu, puisi Sitok Srengenge (1985)


AKU AKAN MELEWATIMU



Oi, siapa mengangkang di depan itu

Bayang remang penghalang jalanku

Permisi, aku akan melewatimu

Minggir, atau kulanda kau



Tak kaulihatkah kaki-kakiku kukuh

Gemeretak bergairah melaju jauh

Dengar kata-kataku, cuma itu kumau

Jangan curiga aku pinta julur tanganmu



Lorong mana lagi mesti kulalui

Telah kusambangi semua sarang sunyi

Bau mulut para pembual menyesaki paru

Racun kata mereka mencemari darahku



Aku endus mantra Tardji, bau bir

Aku raba balada Rendra, debu dupa

Dan oladala! Ada juga seorang pandir

Merenda doa dari dusta dan air mata



Permisi, aku akan melewatimu

Minggir, atau kulanda kau



Ingin kusigi magi puisi

Tak sudi aku henti di sini

Pantang jadi batu di palung jurang

Terkurung tebing karang keakuan



Akan kuluruh seluruh lusuh

Daki di tubuh pun rerusuh ruh

Kutampi bebutir pikir dan merjan kata

Kutempa madah jiwa hingga bergema

Menggosok bianglala dalam mimpi indahmu

Atau menyosok hantu hitam di balik kabut batinmu



Kau cuma bayangan

Jangan congkak merasa diri pemandu jalan

Bahagialah dengan kadar keremanganmu

Atau ambyar ditabrak cahaya kata-kataku



1985

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon