Friday, 18 January 2013

Belajar Terbang, puisi Sitok Srengenge

BELAJAR TERBANG



Demi memahamimu, aku belajar membaca

Aksara demi aksara, bahkan yang tak terwakili tanda baca

Benak punya kehendak, pandang mataku seperti langkah

Setapak demi setapak, kian cepat, sampai jauh, paling jauh



Lambat-laun sayap tumbuh di dua pangkal lenganku

Kepak demi kepak kutinggalkan tempatku berpijak

Kucipta jarak demi memandang yang tampak dan tak

Melayang, membubung, sampai tinggi, paling tinggi



Kata-kata telah memberiku sepasang sayap

Burung mengingatkan betapapun aku butuh hinggap

Kupu mencibir ketinggianku tak sepenting bunga dan madu

Kusadari siksa keterkucilanku. Aku mendarat, menemukanmu

Hantu kekal dalam kalbuku



1991

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon