Thursday, 14 March 2013

burung ~sajak: Timur Sinar Suprabana


Timur Sinar Suprabana:


burung



apakah yang kau bisa ceritakan padaku mengenai dan tentang burung atau seekor burung atau burungburung jika paras wajahmu melulu murung dan berulang kau berucap seolah bersenandung, “mengapa langit melulu tampak mendung?” dalam nada tanya menggantung padahal kautahu bagaimana bahkan cuaca pun sudah berbulan tiada bertudung hampir apa pun yang barangkali di akhirnya bisa bikin kita keduwung?



hentilah, sebentar menit saja, berkisah soal bagaimana engkau melihat angin mengekas santer dari utara jika padahal bukankah tak sehelai daun pun yang tampak bergoyang pada tangkainya tanda ada angin yang menghembusinya agar bisa agak berlama kusandarkan rasa lelah yang tak tertebus meski telah berulang kucoba bius.



sekarang, tak soal bagiku kalau pun kau masih bimbang, biar kulepas burung atau seekor burung atau burungburung dari ingatan dan percakapan yang mulai terus merajuk mengajak tidur dalam lelap yang bertahun bilang, “tidak!”, jika soalnya sudah menyangkut mesti pejam mata.



lajur jalan, bahkan udara, oh, juga langit itu ternyata, kini hapus dari segala jenis peta yang semula merelief di sepasang telapak tangan kita dan bahkan kusangka kekal tercetak di tiap jejak.



kelabuhitam.







11.49.

27.09.2012.

semarang,

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon