Saturday, 19 January 2013

di angin yang mendesau dari tenggara ~sajak Timur Sinar Suprabana



Timur Sinar Suprabana:



di angin yang mendesau dari tenggara



selalu serta

bagai sungguh memang tertera

di angin yang mendesau dari tenggara

: melekap derita



rasa sengsara, bagai tuah,

mencari celah

antara cahya purnama dan malam

: entah sembunyi atau hendak menikam.



di mana engkau ketika bintangbintang

tak nampak meski padahal bertahun kaupandang?

bersama siapa engkau saat tengkuk melembab

namun bukan oleh keringat dan sepasang matamu sembab?



aku, sebagaimana dulu, mengembara

tanpa rasa gembira.

engkau, mungkin betul hingga kini, merantau

semata kerna menurutkan risau.



baiklah, mari, mumpung angin mendesau dari tenggara

kita lupakan saja segala perasaan yang selalu gagal terutara.

mari jadi perahu, melaut, melautlaut,

menjemput, apa saja, selain maut



ataukah sesungguhnya berpaut

hanya patut Justru pada maut?





23.37.

29.08.2012.

semarang.