Thursday, 14 March 2013

kerna begitulah kini ia. Hujan itu ~ sanjak Timur Sinar Suprabana



Timur Sinar Suprabana:



kerna begitulah kini ia. Hujan itu





berpeluh

:menderas ia dari Jauh

luruh

:di hampir segala jenis keluh



dari hujan itu

ingin bisa kembali kusua kenangan

tapi hatiku terlanjur jadi batu

dan benak di batok kepala cuma sarang kehampaan



baiklah

kalau begitu biar kutadah

apa yang dari langit meluruk terpecahpecah

jika itu bisa bikin cuaca kembali cerah



“apakah kamu masih punya Bunga?” Tanya hujan tibatiba.

aku tertawa, sebelum kemudian berkata, “riba.

tinggal riba yang menggantung bersama mendung. tanpa iba.”

dan hujan mendadak menjelma gerimis. namun tetap ia bertuba.



sendiri, kini, bahkan tiada pula bersama payung,

aku tegak namun langkah terhuyung.

orang kira aku menari

menggemulai dari satu ujung daun ke lain pucuk duri.



kerna begitulah kini ia. Hujan itu



00.09

12 januari 2013

semarang.

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon