Thursday, 14 March 2013

pagi ~sajak Timur Sinar Suprabana

Timur Sinar Suprabana:



pagi



ingatan terhadap malam dan keheningan

menjadi seolah celana jeans kepanjangan

mesti dipermak, dipendekkan

dengan sekali guntingan



kekasih. hijau dedaun mengering

bukan oleh musim atau cuaca, melainkan kerna lengking

tak henti mendengking

dari jalanjalan pusat kota yang garing



lalu pagi

berapi

kau pergi

dengan warna kesumba tak lagi memerah di pipi



seberapa jauh kau dari sini ketika di sana

seberapa jauh warna helai kelopak bunga dengan harumnya

seberapa jauh kini antara jejak dengan rasa sesak

ketika satu demi satu mulai ada yang gagal tercetak



lalu pagi tibatiba tampak betul kalau justru memang makin pagi

sepenuhnya henti

menolak sampai pada siang begitu kaupergi

meniup hidup dengan rasa mati



ingin kembali ke malam

melanggar pantang berurusan dengan yang silam

namun mengulang

cuma bikin jiwa dan cinta terajang



di sinilah kini aku

dan kau berlenggang, jauh, jauh, jauh, tampak jauh

di tiap lajur entahku

lusuh



penuh Lepuh

…..





10.10.

18.09.2012.

semarang.

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon