Friday, 1 February 2013

KETIKA IBLIS MENIKAHI SEORANG PEREMPUAN 2

Tags





Ketika Iblis Menikahi Seorang Perempuan (2)


Oleh: A.S. Laksana

Niccolo Machiavelli

Tidak ada gunanya untuk menceritakan betapa mahal biaya yang dikeluarkan oleh Roderick untuk memuaskan istrinya yang gila akan gaya hidup mutakhir dan selalu penuh nafsu mengikuti arus mode yang terus-menerus berubah. Dalam keinginannya untuk tetap hidup tenang bersama istrinya, Roderick terpaksa membantu mertuanya menikahkan dua anak perempuan lain bangsawan itu, dan untuk itu lagi-lagi ia harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Kemudian, tetap dengan keinginan untuk mengambil hati istrinya, ia harus mengirimkan salah satu adik lelaki istrinya ke Timur dengan pakaian bagus, yang lainnya ke Barat dengan pakaian sutra, dan menyiapkan untuk yang ketiga perusahaan kerajinan emas di Florence. Untuk semua ini, ia harus menguras sebagian besar kekayaannya.

Ketika seluruh kota merayakan hari peringatan Santo Yohannes sebagaimana yang biasa dilakukan turun-temurun, dan ketika banyak orang kaya dan terhormat saling mengundang satu sama lain dalam pesta-pesta yang mewah, Lady Honesta—tak mau kalah oleh yang lain—memaksa Roderick untuk menyelenggarakan pesta yang jauh lebih mewah dari siapa pun. Kali ini Roderick bertoleransi dengan alasan yang sama. Selain ia sendiri memang tidak ingin tampak kesulitan di mata orang lain (meski sebenarnya memang demikian). Demi tugas dari neraka, ia tidak berkeberatan jika ketenangan rumah tangga menjauhi mereka, namun jika diizinkan ia ingin menanti datangnya kehancuran rumah tangga itu dalam perasaan damai.

Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Bersamaan dengan kebiasaannya yang amat boros, perilaku kasar Honesta memerosokkan Roderick ke dalam tekanan batin tanpa akhir. Tidak ada pelayan atau pembantu rumah tangga di rumah mereka yang tahan menghadapi Honesta. Tidak usah dalam hitungan bulan, tetapi bahkan hari. Hal ini menyebabkan Roderick betul-betul tidak nyaman untuk mempertahankan pelayan yang setia dan menaruh hormat kepadanya. Mereka tidak lain adalah setan-setan yang menyertainya turun ke bumi sebagai pelayan. Mereka akhirnya lebih memilih kembali ke api neraka ketimbang hidup di bumi di bawah perintah Honesta.

Maka, di tengah-tengah guncangan dan keruwetan pikiran, setelah begitu banyak uangnya dikeluarkan, Roderick mulai berangan-angan tentang keuntungan yang ia harap datang dari Timur dan Barat. Itu pun tak datang, bahkan makin tampak bahwa ia dililit kesulitan keuangan. Sementara urusannya sendiri makin rumit, datang pula kabar buruk dari Timur dan Barat dalam waktu yang bersamaan. Salah satu adik Lady Honesta telah menghabiskan modal yang diberikan oleh Roderick di tempat perjudian; sementara adiknya yang lain kembali dengan kapal penuh barang dagangan yang semuanya tidak diasuransikan dan—sungguh celaka—kapalnya karam.

Tidak lama setelah kabar itu tersebar, para kreditur Roderick secara serempak menetapkan bahwa Roderick pailit karena kewajiban-kewajiban pembayaran utangnya tidak terselesaikan. Roderick gagal meyakinkan mereka bahwa dalam hitung-hitungan dagang, seluruh usahanya masih sehat. Mereka akhirnya menjatuhkan putusan bahwa Roderick kini dalam status di bawah pengawasan ketat. Ia diawasi dari waktu ke waktu sehingga tidak ada kesempatan baginya untuk melarikan diri secara diam-diam. Melihat bahwa tidak ada lagi jalan keluar, dan sadar betul akan tugas yang diembannya dari neraka, maka ia berusaha lari dengan berbagai cara.

Suaatu pagi Roderick mencongklang kudanya, dan lari melalui gerbang Prato, tak jauh dari tempat tinggalnya. Tidak lama setelah ia lari, para krediturnya mencak-mencak dan mengajukan gugatannya ke para hakim, tidak hanya secara resmi melalui pengacara, tetapi juga dengan aksi massa. Mereka terus memburu ke mana Roderick lari. Untuk menghindari berbagai kesulitan dalam pelariannya, Roderick memutuskan untuk meninggalkan jalanan umum—agar tak ketahuan—dan memilih menyusuri ladang dan persawahan. Tapi kerepotan lain muncul, ia terus terhalang-halang oleh banyaknya saluran air yang menghadangnya. Daerah yang dilaluinya memiliki banyak saluran air dan, karena itu, tak mungkin meneruskan perjalanan dengan kudanya.

Ia memulai perjalanannya dengan berjalan kaki. Ditinggalkannya kudanya di jalan, lalu ia memotong ladang demi ladang yang dipenuhi pohon anggur dan tebu (yang berlimpah-limpah di sana). Di sekitar Peretola ia menemukan rumah Gianmatteo del Brica, yang bekerja pada Giovanni del Bene. Kebetulan ia berjumpa dengan Gianmatteo sendiri yang sedang mengangkut makanan buat sapi-sapinya. Roderick meminta perlindungan kepadanya, dan berjanji jika Gianmatteo menyelamatkannya dari kejaran musuh-musuh yang terus memburunya dan berniat menjebloskannya ke penjara hingga mati, maka ia akan membuatnya kaya. Jika kelak ia gagal memenuhi janjinya, maka Gianmatteolah orang pertama yang akan menyerahkannya kepada musuh-musuhnya.

Meski hanya seorang petani, Gianmatteo adalah lelaki pemberani, dan berpikir bahwa ia tidak akan gagal menyelamatkan orang yang datang kepadanya itu. Ia berjanji akan memenuhi permintaan Roderick. Lalu disembunyikannya Roderick dalam tumpukan tahi sapi di depan rumahnya dan ditimbunnya lagi dengan reranting dan sampah-sampah lain yang ia kumpulkan untuk dibakar.

Roderick bersembunyi sangat rapat ketika para pemburunya berhenti sementara waktu di depan rumah Gianmatteo. Meskipun dengan sedikit memaksa, mereka gagal mengorek keterangan dari Gianmatteo apakah ia melihat Roderick atau tidak. Maka mereka pun melanjutkan pencariannya dan pulan gdengan rasa letih setelah menjelajahi Florence dengan sia-sia. Ketika suara mereka tak terdengar lagi, Gianmatteo mengeluarkan Roderick dari persembunyiannya dan menagih janji. “Saudaraku,” sahut Roderick, “aku sangat berutang kepadamu dan akan kubayar segala yang kujanjikan. Percayalah aku mampu melakukan semua yang kujanjikan kepadamu. Aku akan menceritakan siapa aku sesungguhnya.”

Maka berceritalah Roderick tentang dirinya dan tentang tugas yang dibawanya dari neraka, juga tentang perempuan yang diambilnya sebagai istri dam tentang kehidupan rumah tangganya. Setelah itu ia memberi tahu Gianmatteo bagaimana cara ia akan membuat petani itu kaya. Singkatnya begini: jika petani itu mendengar ada perempuan tertentu yang kerasukan setan, maka Rodericklah sesungguhnya yang menguasai perempuan tersebut; dan ia tidak akan pernah keluar dari tubuh perempuan itu kecuali Gianmatteo datang untuk memintanya pergi. Dengan apa yang dilakukannya ini, Gianmatteo akan bisa meminta pembayaran kepada keluarga perempuan yang kerasukan itu sebesar berapa pun yang ia minta. Setelah saling bersepakat untuk urusan teknis pelaksanaannya, Roderick lenyap.

Lanjut ke Bagian 3