Sunday, 3 February 2013

PUISI TERBARU SITOK SRENGENGE "2013"






MANIFESTASI



Cinta adalah kata yang bersikeras mewakilimu

agar aku bisa menamai dan menyebutmu



Kicau merdu tanpa burung

desah semak belukar di lereng gunung

memantul di langit yang rindu lautan

berjatuhan sebagai peluh hujan



Cinta adalah gerak bermiliar molekul yang bersekutu

mewujudkan dirimu agar aku bisa mengenalimu



Riap anak rambut, kerjap pelupuk

rekah bibir, tubuh yang menggeliat lentuk

Mata yang bagai mutiara meyimpan kilau palung lautan

menimangku seperti buih, mengubah hatiku jadi buah

sampai jatuh ke dalam geloranya yang basah



Cinta adalah ruh yang tulus menghuni tubuh

agar aku bisa menyentuhmu



Getar magnet yang merambat di kulit

seperti tangan langit merabai wajah lautan

di mana aku mengapung bagai buih

atau puting beliung yang mengguncang jantung hutan

di mana aku lumpuh usai meluruhkan benih



Kadang cinta menampakkan diri sebagai hijau daun

gairah yang mengalun di hamparan ladang jagung

layar perahu para petualang yang tak menemu arah pulang

kepak sayap gaib malaikat yang menyebabkan siang dan malam



Jadilah kau siang hari

karena malam adalah ibuku yang mengurai diri

demi bisa menemaniku tidur tanpa menjadikanku Oedipus

agar tak ada peniti emas menakik mata air darah di mataku



Cinta adalah hasrat suara yang meronta di mulut kelu si gagu

seperti gerak naluri yang membimbingku kepadamu



Gaung genta yang didentur angin bukit, laung azan tanpa muazin

dendang tembang tanpa biduan, lenguh setubuh tanpa kelamin

lirih memanggilmu tanpa kautahu siapa yang bertalkin

nafasnya segemerisik gaun peri di ranting kemuning

menggeriapkan bulu-bulu tengkukmu

seperti ketika kau bercumbu



Melalui kau aku bisa melihat cinta

mungil dan anggun seperti kedasih

ungu serupa kelopak selasih

tanpa aroma seperti tubuh orang suci

penuh damba seperti doa untuk orang mati



Kadang cinta ngembara dengan gaun berumbai seperti angin

mengusap semua benda untuk menemu mata paling bening

mata menjadi suar yang memberi cinta wujud tak asing

menyihir seluruh pandangan hingga tak ingin berpaling



Kini kau bisa menyebutku dan aku menyebutmu

aku lambang yang menandai kau, kau merujuk aku

sebagai molekul-molekul kita bersenyawa

menyatakan cinta



2013





* Ini puisi pertama saya di tahun 2013. Saya tayang di sini sebagai tabik kepada Bung Mochtar Pabottingi, penyair yang saya hormati (saya akan kehilangan jika Bung Mochtar tak menulis puisi lagi), juga untuk merayakan novel beliau yang sedang beredar "Burung-Burung Cakrawala". Selebihnya untuk teman-teman yang berkenan membaca :) =Sitok Srengenge=