Friday, 29 March 2013

DI KETINGGIAN VILLA CAMAR

Tags



DI KETINGGIAN VILLA CAMAR, puisi DG Kumarsana



Dari bebukitan yang mengulum kenangan
Dari cahaya yang kau sebar sebagai kehingaran satu pedukuhan
Berpasang pasang burung camar terbang mengitari langit
Selepas sayap tersayat sesaat berduyun duyun memamah makanan di atas tanah
Anak anak belum melepas pergi ketika sepasang sayap ada luka
Berteriaklah ia sembari lantang mengajarkan untuk tetap terbang
Punya mata punya dunia melipat sembarang angin yang mampu kitari
Di salah satu kamar sepasang kekasih memagut hari menari sebagai pasangan burung yang bebas
Di kejauhan gelombang berputar bergulung melepas buih
Dan kau tetap mengulumnya hingga luluh lantak
Punya mata punya dunia melipat tubuh sembarang suara suara meringkih
Kamar bebauan tuak dan mata berbinar menatap tak berujung
Melumat hangat asmara sesaat

Dari bebukitan yang mengulum kenangan
Tiga malam mimpi terlewat tanpa ada pemiliknya
Kapan menikmati waktu bagai burung camar yang bebas tak mengenal rumahnya
Tertidurkah atau punya mimpi sama. Namun tetap terbang mengukur langit
Seperti beberapa tenggak tuak rupa rupa tubuhku melayang
Tanpa sayap
Serasa membidik petak petak sawah, pantai yang digulung ombak bahkan bebukitan melingkar-lingkar menusuk bumi, barisan pohon dengan ranting menusuk langit bagai terbang
Di ketinggian camar
Salah satu ruang di sudut villa
Sepasang burung bercengkerama
Menunda mimpi


Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon