Sunday, 3 March 2013

KENANGLAH, KENANG...

kenanglah, kenang….

Hilang Raib
(Kenangan untuk Ayahanda)

Suatu hari
Di bulan Oktober
Setelah sepasukan tentara
Masuk Desa Sidareja
Engkau diambil
Dari gudang pari
Dinaikkan truk berlari
Menuju benam matahari

Mudoro napak tilas
Sampai Karanggintung
Tidak untung
Lelaki tua itu
Hanya saksi membisu
Jadilah kubur
Cuma bentang tanah
Selepas langit
Buram malam
Sepi pagi

O, tangis anak cucu
Jelajah tanpa batas
Ke mana harus nyekar
Ketika bunga-bunga kamboja mekar
Dikenang sayat sembilu
Disedan duka memilu

O, Sutamid
O, Mulyadi
Kalian laki-laki desa
Terhempas kejam penguasa
Karna latah
Karna gerah
Merasa pernah kalah

Hadi Kalisalak 2010

Catatan:
1. Hadi Kalisalak menuturkan, sebelum 1965 bekerja di Sekretariat Negara dan menjadi Ketua Lekra Djakarta Raja.
2. Puisi ini dibacakan pada Halalbihalal Paguyuban Anak Bangsa di kantor PC NU Batang, Minggu, 9 September 2012.

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon