Thursday, 7 March 2013

MERAIH JUARA BAGIAN 2

Tags



MERAIH JUARA BAGIAN 2, Cerbung Vicio Rizky




Pagi hari yang cerah,ku baru terbangun dari pulasnya tidurku. Waktu di jam dinding menunjukkan pukul 08.00. Disamping juga adanya Haruka disampingku saat tidur menambah kenyamanan batin. “Ohayou Gozaimasu,Vicio-kun. O genki desuka?” Sapa Haruka ramah sembari senyum . Aku pun baru setengah sadar “O..hayou,Haruka-chan. hai genki desu.” Sapaku agak malas. “Kok kamu lemas banget? Masih capek ya? Ini udah aku bawakan sarapan untuk kita berdua. Itadakimasu (selamat makan)”. “Loh,kita gak makan di ruang makan saja? Sampai-sampai kamu repot-repot bawa ke kamarku,Haruka.” Kulihat dia membawa dua mangkuk nasi,dengan lauknya 1 porsi yakiniku sedang yang cukup untuk berdua,dan ada sepiring Sushi . “Kamu sendiri yang memasaknya Haruka-chan?” Tanyaku terheran “Iya.” Jawabnya singkat “Oke,mari kita makan. Itadakimasu”
Sarapan pun telah dihabiskan. Aku pun bersiap-siap untuk pergi ke sekolah. “Haruka-chan,mending kamu di rumah saja ya bareng kakakku. Ntar sore kalian jemput aku saja ya.” Kataku. “Ah,aku gak mau. Kan tadi Sonya bilang dia nitip kamu soalnya dia ngomong ada latihan dance dia soalnya.” “Owh ya sudah kalau gitu,segera bersiap ya.” Ucapku. “Hmm,ngomong-ngomong pengumuman seleksi tim futsalnya nanti siang ya?” Tanya Haruka. “Iya. Doakan saja aku bisa masuk tim inti,haruka. Karena jika aku bisa bermain dengan baik tuk membela sekolahku,ada kesempatan aku mendapat beasiswa ke Tokyo,Jepang untuk sekolah dan berkesempatan bermain di salah satu tim di Liga Futsal Jepang.” “Wah bagus dong ! nanti kita berdua bisa deket terus nie. Aku gak mau jauh-jauh dari kamu,vicio-kun” Ucapnya dengan manja sembari meluk aku. “Ya doakan saja yang terbaik bagi aku. Ayo kita berangkat,ntar aku telat, Haruka.” “Baiklah kalau begitu.” Dia pun memakai baju merah putih,seperti seifukunya JKT48 . sedang aku menggunakan seragam sekolahku berwarna merah kebiruan. Lalu kami pun berangkat menuju sekolah.

Siang hari,kubawa Haruka menuju lapangan futsal yang sering kujadikan latihan. “Haruka,daripada kamu kecapekkan nunggu mending kamu duduk aja di kantin di dekat lapangan futsal ini.” Kataku sembari kukecup keningnya.“Iya,vicio-kun” . Setelah Haruka berlalu,baru kusadar ternyata teman-teman futsalku hanya bisa melongok keheranan. Mereka juga sempat melamun melihat kecantikan Haruka yang berlalu . “Wah gaya ini yang punya pacar orang jepang” ejek Shinichi Kudo. “Hahah bisa aja kak Kudo,kakak kan juga udah punya Ran. Dia kan juga cantik” balasku. “Eh kau kenal dimana? Kok dia bisa nyantol sama loe?” Ujar Wisnu. “Kenal lewat facebok lah. Aku udah kenalan lama. Terus pacaran deh sama dia udah 3 bulan.” “Wah,semoga langgeng aja ya” ucap Del Piero . “Bentar gan,itu bukannya Haruka Nakagawa ya?” tanya Tsubasa,Wakabayashi dan Misugi kompak . “Iya gan,itu nama panjangnya”. “Hah?????” 3 orang itu terheran tampaknya. “Kenapa gan?” tanyaku. “Gan , masa kamu gak tahu Haruka Nakagawa? Dia itu dulu seorang idol muda di Jepang. Bakat menyanyi dan modelling. Dia tenar dan jadi artis. Bahkan dia juga sempat berada di AKB48 dan JKT48.” Ucap Wakabayashi. “Beruntung banget kamu dapat cintanya. Jaga baik-baik dia ya” kata Misugi. “Ehem-ehem,kalian membahas apa? Ayo cepat buat barisan !” Ucap pelatih kami,Roberto Di Matteo dengan suara menggelegar. Kami pun kaaget,dan segera bergegas membuat barisan. “Yang pertama,saya akan mengumumkan siapa-siapa saja yang masuk tim inti untuk bermain di babak 32 besar. Tapi sebelumnya saya akan memasukkan 2 pemain tambahan,yang pertama yang berambut pirang pendek ini adalah Ibrahimovic. Ia akan menambah daya gedor. Lalu berikutnya Raphael Maitimo,dia berposisi sebagai Bek yang juga bisa difungsikan sebagai Penjaga gawang.” Kata Di Matteo,yang kemudian diselingi batuk pelan “Lalu berikutnya,ini adalah susunan pemain inti untuk babak 32 besar. Posisi Penyerang akan diisi Tsubasa Ozora. Pemain Sayap atau lini tengah akan diisi Shinichi Kudo dan Jun Misugi. Posisi belakang akan diisi Wisnu. Dan terakhir,posisi penjaga gawang akan diisi Vicio Rizky Damar.” Aku pun melongok kaget bercampur heran. Mengapa bukan Wakabayashi. “Lawan kita di 32 besar adalah Curut Senior High School. Meski sekolah ini kurang terkenal,namun jangan anggap remeh mereka. Mereka bisa melakukan serangan cepat. Disana ada Iqbal cjr,Kevin cjr,dan Sebastian cjr. Pertandingan dimulai besok pukul 09.00. Jadi jangan lupa istirahat cukup,dan pulihkan tenaga. Kali ini kita akan stretching lalu melakukan finishing latihan.” “Baik Pak Pelatih” Dengan semangat kami menjawabnya.
Latihan pun berakhir pukul 15.00 . Aku pun bergegas menjemput Haruka di Kantin sebelah lapangan futsal . Haruka pun menyapaku dengan ramah meski ia terlihat lelah. “Haruka-chan,ayo kita pulang. Ntar malam aku mau ajak kamu dinner.” “so sweet vicio-kun. Tapi apa tidak sebaiknya kamu istirahat aja entar malam,biar kamu bisa fit buat besok tanding.” “Hmm benar juga kamu haruka” “Ntar aku bikinkan makanan ala Tokyo deh yang super enak.” Ucapnya manja dan enerjik. “Hahaha,kamu tahu aja kalau aku besok bakal main” “Wah vicio-kun hebat. Ganbatte vicio-kun buat besok ya.” Lalu kami pun berjalan mesra melewati trotoar untuk pulang ke rumah.
Malam pun berlanjut oleh datangnya bulan purnama. Kehangatannya seperti keluarga yang kumiliki kali ini. Meski tak ada orang tua,namun setidaknya ada kakakku sendiri,sahabat baikku,dan pacarku tercinta yang menghangatkan suasana. “Hari ini aku dibantu Sonya masak sashimi,teriyaki,dan nasi kare daging ala jepang. Itadakimasu ya !” Ucap Haruka. “Eh kak Sonya bisa masak? Semoga kita semua gak keracunan aja “ ledek aku. “”Ngejek kamu ya dek” Sonya pun marah dan jewer kupingku “adududuh kak sonya. Ampun tadi Cuma bercanda kok.” “Masakan kak sonya mana pernah enak sih? Masak air aja gosong.” Ejek Nabilah. “Awas kalian ya,makhluk berdosa !” Aku dan Nabilah diberi jeweran yang lebih panas daripada Koyo cabe 20 biji oleh kak Sonya. “adududuh sakit kak,ampun.” Nabilah mengaduh kesakitan . “Kok aku kena jewer lagi ?? lepasin dong. Bisa-bisa lepas ni kuping” Aku juga udah kesakitan. “Sebodoh ! kalian ejek masakanku,akan kujadikan kalian daging panggang” “Iya deh,maafin kami dong” ucap aku dan nabilah sambil merengek-rengek. Lalu Kak Sonya melepas jewerannya. “Oh ya,aku lupa bilang,besok Vicio-kun bakal jadi pemain inti loh. Kita datang yuk “ Kata Haruka. “Hah,masa? Serius nih?” tanya Sonya “Wah tumben ni kak Vicio jadi pemain inti,biasannya Cuma ngambil bola di pinggiran” Ejek Nabilah lagi. Kali ini ganti aku yang emosi *PLETAK* aku menjitak kepala Nabilah “Aduh,sakit tahu kak.” Tangis Nabilah “Jangan ejek aku ya. Awas kamu dek Biyah. Ini semua berkat kerja kerasku dan dukungan haruka dan Kak Sonya. Makanya aku bisa jadi inti.” “Sudah-sudah,nanti keburu dingin makanannya. Ayo kita makan” Lanjut Haruka. Lalu kami pun memulai makan malam. Setelah makan malam,Nabilah dan sonya mencuci piring,sedang aku dan haruka akan melanjutkan untuk bermimpi di kamar tidurku. Aku dan Haruka berganti pakaian tidur,lalu berbaring berdua dalam satu ranjang empuk nan hangat . “Oyasuminasai,Haruka-chan. Met mimpi indah.” “Oyasuminasai juga Vicio-kun” Lalu kami membelai pipi brdua,sebelum diakhiri ciuman bibir penuh mesra.
Esok hari,pukul 08.30,aku dan kesembilan pemain sudah ada di lapangan futsal untuk pemanasan sesuai intruksi Di Matteo. Kulihat pula pemain dari Curut Senior High School,macam Kevin cjr,Sebastian cjr,dan Iqbal cjr,serta bekas teman SD ku,Ichsan dan Marvin. Pernah kudengar Iqbal sempat menembak cinta kepada Nabilah,tapi dek Biyah gak mau sama dia,katanya iqbal lebih jelek daripada gue.(ngakak aku denger omongannya). Ah,abaikan dulu. Ku hanya ingin fokus pada pertandingan kali ini. Kulihat Haruka,kak Sonya,dan Nabilah. “Kalian para pemain inti. Saya mengharapkan kemenangan. Jadi bermainlah dengan hati,dan fair. Mainlah dengan performa terbaik kalian” Ucap pak Pelatih. “Siap pak” jawab kami serempak.
Pukul 09.00,wasit pun meniup peluit tanda dimulainya pertandingan. Curut Senior High School memulai laga dengan umpan pendek Sebastian dan Iqbal. Tapi umpan pendek mereka bisa dipotong Misugi,yang mengumpan panjang kepada Tsubasa. Kevin dan Ichsan mencoba menjaga Tsubasa,namun ia lakukan trik gocekkan indah ala samba,lalu memberi assist kepada Kudo. Kudo pun melepaskan tembakan pisangnya. Sang Kiper,Marvin yang sudah terlanjur maju gagal mengantisipasi. Penonton pun bergemuruh 1-0 JKT memimpin.
Kembali dimulai dari tengah lapangan,Ichsan mengoper bola kepada Sebastian,yang lalu bola ditendang keras meluncur ke gawang,melewati para pemain JKT. Namun arah bola bisa kutebak,dan kutangkap dengan mudahnya. Lalu kumulai dengan melempar bola kepada wisnu. Wisnu memulai umpan tiki taka bersama Misugi dan Kudo. Tiki taka pun berhasil memesona para pemain Curut hingga Tsubasa menyelesaikan umpan tiki taka dengan mencungkil bola melewati sang kiper. Bola pun masuk ke gawang. Skor 2-0.
Para penonton dan suporter yang mendukung kami bernyanyi yel-yel sekolah dengan penuh semangat,membahana seluruh tribun. Suporter Curut pun diam seribu bahasa. Permainan kembali dimulai. Sebastian mengoper bola kpada iqbal. Dengan kecepatan kilat,Iqbal berhasil melewati 3 pemain JKT sekaligus. Ia pun dihadang Wisnu,tapi ia sedikit menggocek bola,dan mengumpan lambung yang disambut sundulan oleh Kevin. Bola sundulan berhasil kutepis,tapi bola mentah disambut tendangan geledek Iqbal. Sayang,bola melebar ke atas gawang. Setelah itu,ku mulai lemparan jauh. Bola pun disambar oleh Tsubasa. Tapi,saat ia memegang bola,Sebastian menekel kaki Tsubasa dengan kasar. Tsubasa pun terjatuh,kakinya cedera parah. Sebastian pun dihadiahi kartu merah oleh wasit. Suporter Curut pun semakin muram durja. Tsubasa pun digantikan oleh Del Piero. Tendangan bebas pun diberikan. Jun Misugi mengeksekusi tendangan bebas. Bola menukik tajam membuat Kiper musuh tak berdaya. Skor pun berubah 3-0. Pemain Curut semakin tidak bersemangat untuk bermain. Kevin mengumpan pendek kepada Iqbal,yang dioper belakang kepada Ichsan. Ichsan pun mengumpan lambung jauh ke depan. Tapi tak ada pemain Curut yang menyambut karena Curut bermain bertahan sekarang . Bola pun kusambut. Ku berlari ke depan hingga tengah lapangan. Iqbal menghadang,namun kudribel dia. Kuumpan ke Del Piero. Del Piero lalu memberi assist kepada Jun Misugi yang tak terkawal oleh Kevin. Tendangan Voli Misugi melesak masuk. Skor 4-0.
Kembali ke tengah lapangan,Iqbal mengumpan bola kepada Ichsan. Lalu Ichsan saling mengoper bola ke Kevin hingga depan gawang,melewati 3 pemain sekaligus. Tapi bola umpan mereka berhasil kupotong. Ku langsung berlari ke tengah lapangan,menggocek Iqbal. Tinggal berhadapan one by one dengan Marvin. Tendangan keras pun kulesakkan. Skor pun berubah 5-0 hingga menuju akhir pertandingan. Kami pun melaju ke babak 16 besar.

bersambung bagian 3 :)

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon