Monday, 11 March 2013

MIMPI DI MINNETONKA



MIMPI DI MINNETONKA, Puisi Sitok Srengenge



Sunyi menggenang di bawah amuk taring angin

seperti Telaga Minnetonka di musim dingin





Kudengar kertak, ranting lepas dari dahan

gema jarak—tangan yang rindu pelukan



Gairahku tumbuh, memisah diri dari badan

menjelma kau, telanjang bagai bulan



Kupejam mata, membayangkan sentuhan lembut

jilatan-jilatan cahaya pada batu berlumut

Mungkin sudah saatnya kubunuh sepi bedebah ini

sebelum sempat ia sentuh jerambah hati



Mungkin aku harus berjalan ke arah senja

mengikuti jejak hantu perempuan Indian tua

Jalan langit telah terbakar sampai ke hulu

merah-padam, darah-dendam leluhur yang diburu



Ke Minnetonka mereka menyebar dan sembunyi

di seputar tempayan besar yang dijaga naga api





Tuan-tuan penungang kuda, para centaur dari bulan

mengirim dendam rawa, mengembus nafas bersawan



Menebar kabut merah dari lembah, lebah api

menyengat yang mati terbelah, yang hidup mati



Kini kematian itu mengepungku, genangan rindu

seperti Telaga Minnetonka yang menunggu



Kudengar kepak, Elang Besar, pemimpin kaum unggas

memekik dan melesat di bawah langit musim panas



Berlaksa panah berkilatan, garis-garis cahaya dari timur

menujah bebayang masa silam, lebur bagai daun gugur





Bercak darah, kuntum-kuntum bunga merekah

seorang lelaki, datang dari entah, menyanyi lagu indah



Tunggu aku, tunggulah di tepi telaga itu, cintaku

kubawakan kano dan dayung, bebilah rinduku, untukmu



Kubayangkan kaulah yang bernama Cinta

telanjang bagai bulan, melampaui nyala segala bunga



Dan akulah yang kautunggu, lelaki entah dari mana,

pencipta perahu dan dayung dan telaga dari kata



Sesuntuk malam kita mengambang di air yang tenang

bagai dua kuntum kembang bakung di bawah bulan





Gairah kita membangkitkan arwah para martir

fosfor memancar dari tulang-tulang di bawah air



Kubuka mata, kutemu kau sebening langit pagi

gerak rambutmu seliar ilalang dicumbu angin prairi



2001

2 komentar

:) terimakasih sahabat :)

semoga sukses selalu :)

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon