Saturday, 16 March 2013

PUISI TENTANG KEBUN

Tags



KEBUN




aku sedang memperhatikan sebuah kebun

cukup luas dihamparkan

sebatang pohon saja tumbuh di sana

tapi duhai

begitu subur

terus bermunculan buah-buah, menyegarkan

daun-daunnya selalu hijau



"sudah beberapa waktu pohon itu

tumbuh dan terus begitu

tak pernah sehelai pun, daun

kering dan jatuh"



kian terpesona

di kebun itu tumbuh sebuah rumah

suami istri tersenyum

anak-anak kecil bermain riang

mereka tumbuh dengan bahagia

sesekali juga

kulihat senyum para duafa

dan semakin banyak

orang-orang yang tumbuh

bersama buah yang terus bermunculan



kuperhatikan si pemilik kebun

belum pernah kujabat tangannya

kuyakin, tangannya hangat

mengalirkan kecerdasan dan kedewasaan

yang menumbuhkan

jiwanya

bersama kebun-kebun selanjutnya

menanam akar pohon-pohon



duhai jiwaku

pernah tersenyum--tersedihkan

kemudian hilang dahaga

bersama lembar demi lembar daunnya



kuperhatikan kebun itu

kuperhatikan pula kedua belah tanganku

kutengadahkan

kukecup





Bogor, 15 Maret 2013


Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon