Saturday, 23 March 2013

SENYUM BALITA SENYUM SURGA


SENYUM BALITA SENYUM SURGA, Cermin Mieft Aenzeish



Mimpi semalam masih membekas dan tak kuharap lekas lepas, bukan tentang asmara, tapi tentang ketulusan cinta yang dalam mimpi itu aku luapkan pada balita laki-laki kecil. awalnya, aku sedang berjalan dengan hati dan benak yang galau, tiba-tiba di sebelah kanan jalan meluncur sebuah mobil bak terbuka yang membawa balita laki-laki dan tangan kanan balita itu di ikat dengan tali yang di kaitkan pada lubangan besi di belakang jok pengemudi, aku terenyuh melihatnya, dengan langkah pasti aku ikuti dan berlari di belakangnya, namun mobil itu semakin kencang dan aku tak dapat mengejarnya, dengan langkah gontai aku berjalan ke bawah sebuah jembatan, aku masih memikirkan tentang nasib balita itu, selang beberapa menit aku dengar suara orang yang sedang beradu mulut, aku lihat ke atas jembatan dan benar saja disana ada orang yang sedang menelpon sembari marah-marah, dan aku terkejut ketika seorang lain datang menghampirinya sembari menggendong anak balita yang aku lihat tadi, dan entah setan apa yang sedang merasuk dua lelaki biadab itu hingga si balita di todong pisau dan di angkat tinggi-tinggi, aku yang sedari tadi melihatnya langsung bermunajat kepada Allah, berharap Balita itu lepas dari genggaman mereka, tiba-tiba angin semakin kencang membawa debu dan seperti tersihir balita itu terlepas dan jatuh di pelukanku, subhanallah, seketika itu juga aku berlari membawa balita laki-laki itu, sebelum mereka menyadari dan mengejarku. Alhamdulillah. akhirnya aku sampai di gubuk kecilku, bersama balita laki-laki yang akan menemani kesendirianku. aku sangat bahagia ketika melihat tawanya, dan senyumnya menghilangkan hati yang galau. aku sungguh bahagia, dan sampai ketika aku terbangun dari mimpi pun, senyum manisnya masih terasa.

terimakasih Tuhan, semoga kelak bila umur dapat membawa ke jodoh yang kau berikan, Engkau menganugerahkan padaku seperti balita dalam mimpi itu. Aamiin. :)




2 komentar

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon