Saturday, 9 March 2013

SUATU PAGI, DI PERANTAUAN



SUATU PAGI, DI PERANTAUAN


foto: Qurtubah, Riyadh.


ketika itu, suatu pagi
dimana suhu dingin menyelimuti
mentari tersipu malu ketika aku
memotret semburatnya yang di rindu

siluet pagi masih kental terasa
bagai secangkir kopi luwak sederhana
namun, tiada bisa tertahan untuk segera meneguknya
bagi yang mengenal cita rasa khasnya

saling potret di puncak gunung yang bukan
setinggi everest atau apalagi sedahsyat merapi
di tangan sahabatku,aku titipkan
kamera biasa, untuk mengabadikan pagi ini

suatu pagi...

di perantauan

Mieft Aenzeish

4 komentar

saya suka sama kata2 puisi anda sob :)

Terimakasih sahabatku :)

semoga sukses selalu yah :)

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon