Wednesday, 20 March 2013

TASBIH, puisi Karang Indah

Tags


TASBIH, puisi Karang Indah



telah lebur embun di hangat matahari pagi

meninggalkan jejak dzikir malam

kicau burung-burung di reranting pohon, juga di dalam sangkar

bening air kali yang mengalir di sisi setapak jalan

hamparan sawah, gunung dan bukit-bukit

tarian rimbun rumpun bambu

awan yang berarak

: segala sesuatu yang diam dan bergerak



sungguh sayang bila hanya angin yang mengerti





Yogya, 07 Februari 2013

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon