Saturday, 6 April 2013

ASMARADHANA (1)

Tags


ASMARADHANA (1)



ASMARADHANA (1)

Wahai Lelakiku,...

Jika engkau bertanya siapakah diriku sebenarnya

Maka akulah sebenarnya bidadari yang dulu tersesat dalam rimba kecemasanmu itu

Tak tahu arah pulang, tak tahu untuk apa airmata ini terus pasang dan berlinang

ketika engkau kusapa, jawabmu hanya sebaris kata

"Juita, mengapa bisa engkau tersesat di hatiku

sedangkan lentera cinta yang engkau bawa

adalah penunjuk arah yang selalu setia"


Lelakiku, maafkan aku...

waktu itu aku betul betul tak tahu makna sebaris kata-mu itu

jika sesulit itu makna yang harus aku tahu

kumohon patahkan saja sayap-sayapku

lalu tanamilah seribu cinta di helai rambutku

agar aku bisa tersenyum manis

bersama rintihan rintik gerimis



Kudus, 2011

Karya : Nafeeza Al-Anshary


8 komentar

waahhahah makin berkarya nih puisinya ^^

:)


terimakasih sob kunjungannya :)

diksinya menarik, bolehlah untuk menajdi refernsi melamar wkwkwkw

:)

terimakasih gan kunjungannya :)

:D

silahkan Bang... Insyaallah Lancar :)

sukses selalu yah :)

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon