Tuesday, 2 April 2013

JEJAK SEMALAM


 JEJAK SEMALAM
Jejak Semalam

ku telusuri tepian jalan raya
di genggaman malam hampir tak bercahaya
bintang hanya nampak beberapa
sedang bulan sayup-sayup kilaunya

mataku menyapu kesetiap penjuru
langkahku saling kejar terbias sorot lampu
dari mobil-mobil yang berlalang lalu
di belakang dan di depanku

ini malam, angin dan debu begitu erat memelukku
bikin gigil bikin nafas terasa lekih-lekuh
namun ada hasrat, menepis gigil dan lekuh-lekihku
memberi daya aku untuk semakin melangkah lebih jauh

satu-empat kilometer tlah ku titipkan jejak
di atas tanah tandus, di desiran pasir yang mengombak
juga di deretan tiang-tiang berwarna perak
yang menjinjing lampu-lampu dengan cahaya semarak

namun di antara satu-empat kilometer itu
aku gagal membaca kahanan dari apa yang kulihat
sebab setiap kali ingin kutuangkan penglihatanku
bayangmu tlah memenuhi hati dan benak

bukan sekadar bayangan tentangmu
namun juga tentang kerinduan yang menggebu
di gelap ini...
di hampir subuh pembuka pintu sinar mentari...


Riyadh 02 04 2013 | 04 :12

Mieft Aenzeish

6 komentar

Widddiiiihhhh kereeeeeeeeeeeeen :D

wow keren ane aja kalah wkwkwk komen back y

wahh bang Vicio bisa aja, punya abang yang lbih keren :)

thanks kunjungannya :)

ok :)

mantab :)

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon