Sunday, 7 April 2013

MIMPI TENGAH MALAM


MIMPI TENGAH MALAM



aku terkurung di dalam sebuah ruang putih, aku cari jalan namun lama aku tak menemu pintu, saat sudah lelah dan hati semakin payah, tiba-tiba mataku tertuju pada bias putih cahaya, aku mendekat, aku riang bahagia, ada pintu disana namun pintu itu kecil sekali, aku harus bersusah-susah lagi untuk menerobosnya, akhirnya dengan sabar aku bisa keluar dari ruang yang tlah mengurungku.

aku melihat segerombolan orang-orang berseragam jubah putih sedang asik berta'limul muta'alim, tanpa menghiraukanku yang sedari tadi menatap mereka berharap mengajakku untuk juga ikut duduk di majlis perindu surga.

aku kembali berjalan menyusuri lorong-lorong dan melewati kamar-kamar, yang mana setiap kamar itu penuh santri-santri yang sedang mengaji, tapi seperti yang pertama tadi mereka seperti tak menginginkan aku untuk ikut bersama-sama mereka.

aku sedih, aku kembali berjalan, di ujung lorong aku bertemu dengan orang yang sedang sakit parah berbaring di atas kasur, wajahnya membiru dan agak sedikit hitam, tangan dan badannya gemetaran, matanya merah, aku yang melihatnya tak kuasa menahan bulir-bulir kesedihan, tiba-tiba dengan suara yang gemetaran ia mulai berucap, "mengapa kau tak ikut ngaji bersama mereka? maukah engkau seperti aku ini? aku adalah orang yang sama seperti kau, namun aku tak sempat memperbaiki diri. apakah engkau juga akan memilih untuk tak sempat memperbaiki diri?", rentetan kata dan tanya yang ia ajukan bagai sambaran petir yang begitu dahsyat, aku tak mampu menjawab setiap pertanyaannya, aku hanya mematung, menangis, sebelum kemudian aku tersungkur, bersujud, memohon ampunan, bertaubat padaNya. "Astahgfirullahal'adzim"

_mimpi tengah malam_

Mieft Aenzeish 07 04 2013



2 komentar

amazing story. Ikuti blog kami juga ya, salam budaya dari sastra indonesia FIB Univ. Mulawarman :)

salam :)

siap :) sukses selalu yah...

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon