Thursday, 2 May 2013

SAJAK ANJING 1

Tags


Sajak Anjing 1 | by gunawan budi susanto



betapa sulit bersikap rendah hati
dan secara jujur mengakui
bahwa yang disebut anjing memang anjing
tak peduli siapa yang berkata
tentu lebih sulit, bahkan muskil, mengakui
akulah anjing itu
yang berak di sembarang tempat kapan saja
sembari terus mengendus tinja di timbunan sampah
kendati di rumah sudah makan
bestik dan dendeng

jangan tanya
sudah berapa abad aku terus menyalak
dan mendengus-dengus dan meneteskan liur
dari lidah yang terus menjulur
jangan tanya
sudah berapa ton daging kusantap
dari piring porselin klasik yang disediakan majikan
(tentu aku tetap mengendus-endus tinja
di sembarang tempat
begitu sempat menerobos pintu pagar)
aku lupa dan aku tak peduli
seperti sekarang aku tak peduli
apakah aku masih anjing
atau sudah menjadi manusia
apa bedanya!
kendati aku menjabat bupati
menteri, presiden, atau sekadar guru ngaji
kerjaku toh cuma menyalak atau menggonggong
sesekali menggigit kalau aku lagi suka
jadi apa bedanya!

21 Mei 1993


di ambil dari status Om Gunawan BS |



Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon