Thursday, 31 October 2013

Sebuah Puisi Dari Kang 'Baso' Fulan


Katanya,,.

aku dicipta dari sulbi yang hilang

tepat saat tanah lempung utuh dan tulang-tulang kokoh memopong bentuk lahirnya

maka aku adalah teman atas suasana sepi,,.

SULBI

katanya,,.

aku dicipta dari sulbi yang hilang

tepat saat diajarkanlah nama-nama dan para malaikat bertekuk lutut karena takjub

maka aku adalah raga yang memecah sunyi,,.

katanya,,.

aku dicipta dari sulbi yang hilang

kala penghuni bergerak dengan hukum semesta dan tersusun membentang ke bumi.

maka aku adalah jiwa yang mengelana,,.

katanya,,.

aku dicipta dari sulbi yang hilang

kala daging dalam tubuh mengumpal dan aliran darah menyatu bersama sendi-sendi

maka aku adalah nafas dan nadinya,,.

jangan percaya,,.

percaya bahwa semua bersumber pada kekuatan, hanya tangan-tangan perkaya yang berkarya, hanya raja-raja sebagai penguasa, dan hanya tubuh kekar yang mengakar.

tak anyal persangkaan itu ku buang jauh, ku kubur bersama jeritan tangis dan siksa.

tahukah engkau kekuatan yang sungguh ?

kekuatan yang bukan perang atau pedang, bukan kepalan keras menghantam merobohkan tembok-tembok.

tapi aku mencipta pejuang lewat rahim

tangisku meretas punah dan meminang belia

tanganku lentik laksana sayap mengangkasa

aku duduk anggun tanpa gelar ratu

dan diamku adalah murka mengundang bencana

aku percaya,,.

jika nalar menjadi sumbu cahaya, bak lilin temaram bersinar mengusir gelap.

namun jangan jadikan tameng untuk mengucil malam, menyulap neraka menjadi surga, berkoar-koar membalut makna melalui mantra hingga memangsa yang nelangsa.

akan kubungkam mulut pembual, atau ku robek hingga tak sanggup berteriak lagi.

masihkah kau akan bersamaku ?

tetap tegap menerawang jejak pancaran

bersama mentari di ufuk barat dan timur

menjaga malam tetap memangku rembulan berhias bintang

kala senja tiba, ku biarkan membara dilangit sore

jika pagi datang, ku larut pada embun pagi penuh hangat

begitu adanya membentuk harmoni

tidak percaya,,.

kalau dunia telah buta

dihuni oleh makhluk bersosok iblis

masih ingatkah engkau ?

bermula memaduh kasih namun menyimpan birahi di balik selangkangan

berjibaku dengan nafsu untuk di umbar kemana-mana

aroma bau busuk bertebaran tercium dari siasat

lewat bayang-bayang tragedi

sulit dipercaya,,.

manusia-manusia perkasa sejuta perkara

berbaris pada lingkaran menyusun rencana

berbusung dada bertepuk bangga

mengekang batin lalu tertawa

aku ditawarkan anggur yang di tuang pada cawan, menungguku mabuk kepayang dibelainya

dikiranya aku lengah tak berdaya, luluh lantak tak mengira

jikalau parangainya melekat sesaat, lupa kembali ke hakekat

Wahai kawan,,.

kaum adam yang melupa

ingatlah warisan yang diturunkan padamu

di depan, di tengah dan dibelakang

engkau tetap pemimpin para budak yang tersesat

hilang arah karena kecerobohan, telah menganiaya zaman sendiri

siram taman-taman yang gersang dengan sabda-sabdamu

pagar dengan aroma nafas yang kau hirup lewat bunga yang mekar

saat itu aku menyatu dalam nyawamu

Wahai kawan,,.

Kaum hawa yang mulia

kau disebut bidsadari dikarena nyaris tak dicipta

lembut laksana sutra, anggun bak rembulan

siapa yang menyangkap pesona itu ?

tak memudar melampaui waktu

sekian elok pada wajah memanja mata

semerbak harum wangi tubuh menyebar selalu

hinggap bagi siapa yang siap memangkunya

Wahai kawan,,.

para pemuka kaum bijak

tampaknya usia rentah kian dekat

sebelum pudarnya takwil teks suci

akan ku utarakan rahasia gaib ini

bahwa kesempurnaan ada pada penyatuan

utuhnya keperkasaan dan kelembutan tetap padu

tanpa rentang, tanpa jarak pemisah

sesungguhnya, semua terasa dekat

karena kita tercipta seimbang

Wahai kawan,,.

jadilah saksi kebesaran dan kuasa atas segalanya

meliputi rasa, cipta dan kasrsa

di ambang tulisan ini mencari ujungnya

kupersembahkan garis yang di tarik dari pena menumpahkan tinta

kepada lembaran kertas putih terlentang damai

dengan itu, lahirlah lafaz bacaan anak-anak adam dan hawa.

“demi pena dan apa yang dituliskan-Nya

sungguh, kita tercipta seimbang”

 

 


Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon