Thursday, 1 October 2015

Sadis Part 1

Tags



(Cerita Bersambung) Sadis Part 1

Di kamar kecilnya Ruzain sedang asik mendengarkan musik sembari ia sesekali ikut bernyanyi dengan suara lirih. tiba-tiba lagu yang sedang ia putar terhenti dan berganti dering tanda ada yang menelpon.

"kriiiing....kkriiing"
dengan raut wajah penasaran Ruzain kemudian mengambil HP-nya yang ia letakkan di atas meja belajar,
"Aih ... Nia, tumben dia call" kemudian Ruzain menekan tombol hijau untuk menerima telepon dari Nia.
"Assalamualaikum Nia,?"
"Waalaikumsalam Ruzain."
"Maaf Nia, tumben calling aku, ada apa yah?"
"Iyah Ruzain, aku perlu berbicara sama kamu, tentang perjodohan yang telah orang tua kita sepakati."
"Loh, memang ada masalah apa Nia? bukankah kita pun sudah menyetujui keputusan ini?"
"Iyah Ruzain, tetapi ada satu hal yang aku yakini bakal menghambat semua ini dan aku perlu berbicara denganmu. Aku mohon kamu bersedia untuk bertemu denganku, aku tunggu kamu di California Cafe jam 7 malam ini."
" Baiklah Nia, Insya Allah aku akan datang."
" Terima Kasih banyak yah Ruzain, assalamualaikum?"
" Sama-sama Nia, waalaikumsalam."


*********

Kumandang adzan maghrib mulai menggumuli bumi dan Ruzain sudah rapih dengan pakaian muslimnya untuk berangkat ke Masjid.

*********

Ruzain berjalan menuju Masjid dengan masih memikirkan apa yang hendak Nia bicarakan nanti.
"Ahhk ... yaa Allah, aku mendadak gelisah begini. Sebenarnya ada apa sih, semoga hmm ... semuanya baik-baik saja yaa Allah." gumamnya dalam hati
dari arah belakang tiba-tiba ada seorang pemuda dengan mengendarai MoGe (Motor Gede) menghampiri Ruzain.
"Assalamualaikum, Maaf anda Ruzain?"
"Waalaikumsalam, Betul. Maaf anda siapa?"
"Panggil saya Reynald, oh iya, saya peringatkan ke kamu Ruzain. Bahwa Nia itu bukanlah perempuan baik-baik seperti yang kamu kira selama ini!"
"Tunggu ... tunggu, kamu tahu dari mana tentang Nia dan bagaimana bisa kamu juga tahu saya ada hubungan dengan dia?"
"hahaha begini Ruzain, saya sangat kenal dekat dengan Nia, tetapi kamu tidak perlu tahu siapa sebenarnya saya. hahaha ... Baiklah Ruzain, saya Pamit. Assalamualaikum?"
"Waalaikumsalam."

**********

Reynald pergi dan sesekali menengok ke belakang dengan senyum penuh kebencian terhadap Ruzain. sedangkan Ruzain hanya mengernyitkan dahi dan tersenyum ringan. Ia kembali melangkah menuju Masjid untuk sholat maghrib berjamaah.

**********


#‎SADISPART1‬

 Karya Mieft Aenzeish


Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon