Monday, 25 April 2016

Malam Sebagai Selimutmu, Sedang Aku adalah Dinginmu

Malam Sebagai Selimutmu, Sedang Aku adalah Dinginmu


Puisi oleh Mieft Aenzeish


sebagai selimutmu adalah ini malam
dan aku sebagai angin yang mendinginkan kulitmu
memelukmu erat hingga aku terasa suam
lalu lindap di antara hangat detak jantungmu

malam ini, sayang
begitu merona di payungi rembulan terang
wajah bintang, sayang
bagai hendak menjadi seumpama sarang

sarang yang menyemayamkan kebahagiaan
salah satunya adalah aku dan dinginmu
jarak telah menempatkan kita untuk belum bertautan
hanya tetap, akan ada masa untuk bersatu

membuat selimut baru
tak lagi aku sebagai dinginmu
sebab saat itu
aku telah benar-benar jadi hangatmu


22:07
25.04.2016
Bandung

credit

15 komentar

keren, ijin pake buat tugas bahasa indo ya....

siapp mas... silakan di share. terima kasih yah kunjungannya... :)

Terima kasih Kang... dan terima kasih telah kembali berkunjung. :)

mantep banget anjaayyy puisinyaa XD
ijin copass yaa buat tugas bhs indonesiaa :>

silakan gan... :) | terima kasih yah... :)

Keren gan, lanjutkan nulis sastranya, sebanyak- banyaknya,, saya dukung

wahh... horor puisinya gan :D

thanks yah kunjungannya

terima kasih mbak atas dukungannya... salam kenal salam blogging.

terimakasih kunjungannya.

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon