Tuesday, 26 April 2016

Sebelum Jam Sepuluh - Puisi Mieft Aenzeish

Sebelum Jam Sepuluh


Puisi oleh Mieft Aenzeish


tiada aku bisa menirukan segala apa yang ada dalam banyak angan
yang keluar dari bagaimana ingin, ada serupa pengakuan
sebagai diri, sebagai sosok pelangi
mewarni-warna dalam hati

dan waktu beranjak ke mata langit
menengahi segala hasrat untuk setidaknya tak sampai dahi ini mengernyit
menjauh dari rasa kekecewaan yang sedikit pahit
dan kita terus melangkah sampai menemu pintu yang tak berderit

pada sebelum jam sepuluh pagi ini
kuajak kau, sekalian diri yang kau tumpangi
berjalan, ke arah dimana matahari tetap menyinari
dan gelap hanya kau temu jika kau memilih kembali

maka, teruslah bersamaku
tempat kita semakin dekat
usaplah punggung telapak tanganmu
niscaya ada sinar yang melekat

: sebagai penghantar rahmat


09:59
26.04.2016
Bandung


6 komentar

Hmmm muantappp tulisannya sangat bagus sekali mas.

wew. puitis banget sih si agan...emang jago bikin puisi ya gan

masih belajar gan... thanks yah kunjungannya :)

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon