Sunday, 1 May 2016

Dedaun Berkemul Embun Pagi

Dedaun Berkemul Embun Pagi

credit image


Puisi oleh Mieft Aenzeish


hijau, warna tubuhmu yang biasa berkemul dengan embun
melengkap sebagai cerita yang tak pernah henti mengalun
dan setelah sempurna fajar, kemesraan semakin tergambar
membuatku merasakan bahwa cinta ternyata ada, pada yang jauh di nalar

garis-garis cinta yang diutarakan dedaun kepada embun
adalah ketulusan yang hanya dimengerti angin
dan cahaya mentari yang kemudian datang, mengenalkan diri sebagai penyamun
mengakhiri kemesraan yang terjalin

kesempurnaan telah tiba pada titik ketidaksempurnaan
menghantarkan embun, kembali dalam prosesi tanpa nyanyian
dan dedaun memilih lupa pada semua kemesraan
karena mentari kini lebih hangat menggantikan

: melepas keterasingan
sampai saatnya kembali, di kemesraan sebelum pagi


06:55
01.05.2016
Bandung

16 komentar

Mantap gan, puisinya banyak mengandung banyak makna, terima kasih gan sudah share puisi ini

Nice postingan gan jgn lupa kunbalnya http://bacoapo.blogspot.co.id/2016/04/6-cara-agar-follower-instagram-menjadi.html

mantep banget gan puisinyaa,puisi agan emang selalu top dehh

terima kasih kembali gan fadhil. salam pagi gan. :)

wah gan Muhammad nih bisa aje :D ... thanks ya kunjungannya :)

Bagus gan bikin hati sejuk puisinya

Hanya sebagian orang yang punya seni demikian agan. Lanjutkan keunggulan yang agan miliki

wahh,,, :D terima kasih gan irham, :)

siap gan... hatur nuhun gan, sudah mampir di blog sederhana ini :)

keren banget gan puisinya. ane suka. di tunggu karya karya ente selanjutnyaa

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon