Friday, 24 June 2016

20 Puisi Cinta Terbaru untuk Kekasih dan Orang-Orang Terkasih

Tags

20 Puisi Cinta Terbaru untuk Kekasih dan Orang-Orang Terkasih


PUISI-PUISI RENI ANGGRAINI

Jantungku sayang
    

Ketika dua hati yang bersatu
Jiwa yang berpadu
Jantung yang berdetak
Dalam getaran jiwa

Betapa pilu nya rindu
Menusuk jantungku
Kini hati kita telah bersatu
Menyambut cinta dalam kalbu

Palembang, 27 juli 2015

Ayah

Ayah
Ku lihat dirimu semakin rapuh
Ibarat air yang telah keruh
Tubuh yang dulu gagah
Kini semakin rentah

Ayah
Kau yang telah mendidik ku
Kau yang rela banting tulang
Mengeluarkan keringat untuk ku

Ayah
Setiap pagi kau mengais rezeki
Walau halang dan rintang menghadang
Tapi tetap engkau terjang

Ayah
Terima kasih untuk perjuangan mu
Aku sayang ayah
Hingga akhir hayat ku

Terusan, 26 juli 2015

Cinta

Cinta itu dua hati
Dengan satu denyutan
Cinta itu dua jantung
Dengan satu debaran

Cinta itu panggilan hati
Cinta itu panggilan jiwa

Cinta bukanlah pertanyaan
Cinta tak memerlukan jawaban
Cinta tak memiliki alasan
Karna cinta keabadian

Lubuk linggau, 1 agustus 2015

Rasa rindu

Semakin besar rasa rindu
Yang menjelma dalam diri
Hingga ku terkapar
Dalam sunyi nya malam

Saat mata terpejam
Wajah mu selalu terbayang
Gelisah hati ini
Di kala merindui dirimu

Dalam serpihan rinduku
Yang teramat dalam
Sesak hati menghanyutkan kalbu
Doa indah ku lantunkan
Untuk mu yang bernaung
Dalam kerinduan

Jambi, 31 juli 2015

Potret bisu

Pecah lamunan tersungging senyuman
Di antara potret bisu
Dalam ruang hampa
Tersumbar raut wajah sendu

Aku temukan riuh di lentik bulu mata mu
Seperti gemerincing air di atas bebatuan
Gemuruh angin yang begitu kencang
Engkau hanya menatap ku tak bergeming
Mulut mu terkunci rapat
Engkau hanya diam terpaku dan membisu

Lubuk linggau, 1 agustus 2015




Rindu 2

Rinai gerimis malam ini
Basahi bumi
Teringat bayang mu
Membuang sepi

Ku buka kembali diari
Ada senyum mu di sini
Mungkin kah kita jumpa kembali
Di saat rindu begini

Palembang, 27 juli 2015

Harapan

Dalam hening nya malam
Terkadang hati pun kelam
Luka yang tertanam
Kurasa semakin mendalam
Ku telusuri jalan yang panjang
Tuk temukan harapan

Lubuk linggau, 1 agustus 2015

Rasa

Kicau burung di cuaca pagi
Menyatakan sekutu dalam cinta
Meski cinta kita semakin parah
Namun rasa itu tetap membara dalam dada

Jambi, 31 juli 2015

Hujan

Ketika hujan datang
Bintang tiada lagi
Bulan pun merundung sepi

Hati ku resah
Menanti diri mu
Yang tak kunjung datang

Kadang hujan nyaris
Memisahkan kita
Tapi pada cinta
Kita berpegang

Jambi, 31 juli 2015

Bunga jelita

Dalam sentuhan warna pelangi
Kau sibak hatiku dengan sekuntum bunga
Bunga-bunga pun turut tertawa
Suara mu nyaring
Seperti bulu perindu
Jejaka hanyut
Di badai rindu

Engkau penyair
yang pandai bermain lidah
Senyuman yang tersulam di bibir mu
Bagai delima merkah

Lubuk linggau, 1 agustus 2015


Bunga

Engkau bagai bunga
Bunga yang telah merekah begitu indah
Siapa melihatnya akan terkesima

Mata menatap indah
Saat tangan menyentuhnya
Wangi menyerbak
Namun tetap bersahaja

Dalam diam tanpa kata
Membuat makin terkesima
Ciptaanmu maha sempurna
Izinkan aku memiliki nya

Lubuk linggau, 30 juli 2015

Sayangku

Sayangku
Setahun sudah hampir berlalu
Dirimu kan menjauh
Tinggalah bayang senyum mu
Yang terlintas di hati ku

Sayangku
Kau telah beri warna baru
Di setiap mimpi-mimpi ku
Begitu bearti dirimu
Selalu hadir di hari-hari ku

Sayangku
Kau yang begitu lugu
Telah memesona hati ku

Sayangku
Di sini ku nanti selalu
Kabar tentang mu
Karna kau
Selalu buat ku rindu

Lubuk linggau, 30 juli 2015



Rindu kamu

Menanti sang surya dari ufuk timur
Memancarkan cahaya menyilaukan mata
Cinta hadir berirama dengan waktu
Ada rasa rindu kala tak bersama mu

Lubuk linggau, 1 agustus 2015

Untukmu

Dalam sunyi ku sendiri
Di sudut malam ini
Setiap malam aku merindu
Menahan rasa untuk mu
Butir gelisah tak kuasa menahan rasa
Di balik penjara hasrat jiwa

Bila rindu ini masih milik mu
Ku hadirkan sebuah tanya untuk mu
Harus berapa lama aku menunggu mu

Tanpa ku rasa
Tetes demi tetes air mata
Ku curahkan untuk mu
Air mata yang selalu
Menghiasi wajah sendu ini

Dalam kesendirian
Aku menunggu mu
Hingga rasa rindu ini
Membunuh ku

Lubuk linggau,1 agustus 2015

      
Cintaku istimewa

Cintaku kepada mu istimewa
Bagai matahari pagi
Yang selalu datang tuk menghangati
Cintaku kepada mu istimewa
Bagai sebuah puisi
Yang selalu bernyanyi di dalam hati

Jambi, 31 juli 2015

Buat mu tambatan hati

Kelam malam ini
Tak sekelam hati
Masih ada gerimis
Yang menemani

Rasa takkan mati
Walau di sana kau bernyanyi
Tak ingat janji

Biarlah aku jalani sendiri
Tak akan ada sesal di hati
Aku yakin dengan ilahi
Apa yang di miliki

Orang lain takkan meraih
Kasih yang abadi
Buat mu tambatan hati

Palembang, 27 juli 2015




Aku

Aku adalah diriku
Yang belajar memimpin rasa
Menjadi yang terbaik
Untuk orang yang mencintaiku
Yang mampu menyambutku
Dengan kekurangan ku

Aku
Aku tak sesempurna
Banyak orang
Tak seindah mata
Orang memandang

Aku belajar memperbaiki aura hati
Agar menjadi suci
Dan aku masih menata hati
Di balik senyum yang menggiris hati

Lubuk linggau, 1 agustus 2015




Ibu
Ibu
Kau ibarat mentari
Yang selalu menghangatkan ku
Ibarat rembulan
Yang selalu menyinariku di kala gelap

Ibu
Kaulah senandung lagu ku
Kau penyejuk hati ku

Ibu
Kau sangat bearti
Bagiku kau takkan terganti

Terusan, 26 juli 2015

Janji

Hidup tak seindah mimpi
Cintamu telah pergi
Ku menangis sendiri
Menahan perihnya hati

Dunia takkan sunyi
Masih ada yang menanti
Tanpa menggurai janji
Tuk saling berbagi

Terusan, 26 juli 2015

Kenangan Bersamamu

Saat tak ada lagi kata yang dapat kutulis
Rasa sakit itu membuat ku lemah
Membuat ku terjatuh dalam belenggu cinta
Ku hapus kenangan saat kita bersama


Terusan, 26 juli 2015


Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon