Friday, 24 June 2016

20 Puisi Terbaru Tentang Cinta dan Asmara

Tags

20 Puisi Terbaru Tentang Cinta dan Asmara 

PUISI-PUISI GINA WATI



Arti Cinta

Ajari aku tuk mengerti
Arti cinta
Aku buta tentang cinta
Biar aku bisa membaca bahasa cinta

Kenapa harus diam kalau cinta
Bukankah cinta perlu dimengerti
Perlu dirasakan ...
Perlu disentuh ...

Tanpa kata kau hadir
Tanpa dimintapun kau pergi
Aku termenung dalam bingung
Mencermati riak cinta tanpa kata

Buih cinta terus menggelembung
Terbawa angin entah kemana
Terus menggelembung dan terbang
Hingga tak temukan arti

Magelang, 25 Juli 2015


Kekasih


Pagiku dirundung resah
Bertanya aku ...
Kekasih ...
Kenapa mukamu bermuram durja

Adakah kecewa warnai hatimu
Kau berpaling tanpa kata
Buat aku didera resah
Kekasih ...
Mungkin kau tak paham sikapku

Aku akan buat kau mengerti
Cara untuk mengawinkan rasa
Dengan bahasaku
Agar kau tak lagi salah
Artikan sikapku

Aku ingin pagiku diwarnai senyum
Senyumku dan senyummu
Agar dunia kembali penuh warna
Tak lagi suram

Magelang, 25 Juli 2015



Pemahat Cinta


Sang surya tenggelam di ujung pantai
Sepoi angin nakal permainkan rasa
Indah suasana
Buatku terpana mesra

Kulukis namamu di pasir
Namun saputan ombak menghapus
Namamu di sana
Kan ku bingkai namamu
Dalam keabadian

Ijinkan aku terus begini
Jadi pemahat cinta sejati
Meski hanya sebagai pemahat
Tanpa pernah jadi penikmat

Inilah aku yang hanya melihat
Tanpa bisa menyentuh
Aku termangu di bibir jurang
Tanpa bisa melewati
Aku pemahat cinta tanpa
Jadi penikmat

Magelang, 25 Juli 2015




Arti Cinta 2


Kau sayangi aku dengan caramu
Dengan bahasa yang kadang
Aku tak mengerti
Kau bawa aku dalam sebuah tanda tanya

Bertanya aku akan arti sebuah cinta
Namun kau hadirkan aku dalam
Sebuah misteri rasa
Aku ingin tertawa tapi aku juga ingin menangis

Kau manjakan aku dengan
Kata cintamu
Aku luruh dalam rasamu
Aku terpaku sejenak
Dalam dekap haru

Kau toreh cinta dalam rasa
Buat aku tak bisa lari
Meski kuingin
Tapi aku tak mampu
Aku terperangkap dalam
Ikatan rasamu

Magelang, 25 Juli 2015


Setia

Duduk di sini merenda asa
Dalam kerancuan hati
Anganku terbang dalam
Ruang rindumu

Kembali aku duduk di sini
Dalam sepi yang mendera
Ku tatap jalan
Berharap sosokmu di sana

Kembali aku duduk di sini
Aku masih berharap
Dalam kebimbangan
Sosokmu hadir

Kembali aku duduk di sini
Dalam keputus asaan
Aku tetap menantimu
Ku tatap tanpa henti
Tetap saja ...
Jalan itu sepi

Magelang, 26 Juli 2015


Cinta yang Kembali


Aku tak lagi bisa
Mengenal wajah rembulan
Kabut pekat datang silih berganti
Arogan memancung ruang

Hitam dan gelap
Rembulan tak lagi tersenyum
Gemerisik daun pecahkan sunyi
Mencari arti dalam kegelapan

Kenali aku meski dalam gelap
Tak lagi aku mengerti bahasamu
Dalam gelap ...
Tangan panjang sang waktu
Telah membawa pergi cayaha rembulan

Mata ini lelah dalam pencarian
Kutepis rasa kala lelah mendera
Engkau tlah kutemukan
Di sisa waktu
Di ujung rasa kau kembali bersinar

Magelang, 26 Juli 2015


Kandas


Aku terhempas saat kau lepas aku
Kupandang lekat sosokmu
Gelap raut mukamu
Kau bakar aku dalam tatap tajammu

Langkah gontai bawa aku
Jauh menghilang dari pandangmu
Aku terisak dalam pedih
Kenapa kau diam ...

Tertatih aku tetap berjalan
Kutelusuri lorong-lorong gelap
Tak ku hirau teriakan panjangmu
Aku terus berjalan

Sepi ku sendiri ...
Ku tatapi kisah piluku
Cinta kandas dalam sebuah dilema
Semua hilang dalam gelap
Aku sepi ...
Aku sendiri ...


Magelang, 26 Juli 2015

Sepi

Aku lelahmencari
Semu terasa begitu
Dari jangkauan
Kemana lagi ...
Aku langkahkan lemah ini

Engkau tak kutemukan
Engkau hilang dari tatapan
Engkau dimana
Aku lelah mencari

Engkau biarkan aku dalam sepi
Engkau lempar aku ke jurang nestapa
Engkau buat aku tak mengerti
Engkau hilang ditelan sang waktu

Kidung lara kudendang
Tak jua kau hadir
Aku kian larut berpagut
Dalam sepi


Magelang, 27 Juli 2015

Kau Terindah


Kau yang terindah
Ayu wajahmu pancarkan pesona
Senyummu ...
Indah tersungging di bibir tipismu

Anggun gerak tubuhmu
Bak bidadari surga
Izinkan aku memandang kesempurnaanmu
Akulah pemuja rahasiamu

Terbersit tanya dalam hati
Mungkinkah kau tercipta untukku
Seiring langkah dan doa
Jawaban dari mimpi indahku

Dunia terasa indah
Saat aku lihat kau di sampingku
Yakinkan aku kaulah yang terbaik
Untukku
Kau yang terindah

Magelang, 27 Juli 2015
Bersama


Candamu kan jadi candaku
Kala kau bahagia aku kan di sampingmu
Tak pernah terlewat hadirku
Kau dan aku

Tangismu jadi tangisku juga
Carilah aku saat kau duka
Aku kan jadi tempatmu berkeluh kesah
Tetap selalu ada kapan kau butuh aku

Diammu jadi diamku
Ku bingung dalam galau hatimu
Tak kau ucap sepatahpun
Disini aku tetap bersamamu

Senyummu jadi senyumku juga
Binar bahagia nampak jelas
Di sorot matamu
Kau tekahkan senyum di bibir indahmu
Aku tersenyum
Aku selalu di sini bersamamu


Magelang, 27 Juli 2015

Pemuja Rahasia

Mata ini lelah
Namun bayangmu terus menggoda
Wanitaku ...
Cantikmu slalu kupuja
Balutan kerudung menambah
Anggun wajah ayumu

Wajah cantikmu selalu bersinar
Dalam balutan sutera
Menghias indah dunia
Dengan kesahajaan

Mungkinkah aku bisa jadi penghuni
Di taman hatimu
Meski ku tahu kau dalam genggaman
Sebuah mahligai

Namun hati ini telah terpaut
Ayu pekerti dan tutur lembutmu
Berikan aku separuh nafasmu
Karena aku tak mau terlewat
Tiap detik dalam tiap langkahmu


Magelang, 28 Juli 2015

Cerita di Batas Senja

Senjaku di ambang cerita
Parkit riang bercengkerama
Berhembus angin semilir
Tangan ini kian erat tergenggam

Siul nada cinta terdengar merdu
Bawa hati semakin berbunga
Kian aku mengerti
Dalam alur melodi

Desau angin mesra berirama
Bawa aku dalam sebuah cerita
Cerita biru yang menuai rindu
Terbungkus sinar senja

Batas senja kian mendekat
Aku harus bergegas
Bawa ceita dalam muara cinta
Muara cinta yang terbungkus
Senja biru


Magelang, 28 Juli 2015

Bertahan

Badai menerjang biduk kebersamaan
Kau gila dalam kecemburuan
Lembut tutur ...
Hangat canda ...
Sirna dilibas cemburu gila

Kau teriak ...
Kau tak mengerti ...
Kau benci ...
Kau terkungkung dalam luka

Tak mampu dalam sendiri
Rasa sepi telah meracuni hatimu
Kau inginkan aku
Selalu dalam pelukmu

Kembali kau toreh kata cinta
Dalam luka kau tak mampu tanpaku
Lukaku sangat menyayat
Tapi cinta ini harus bertahan ...
Gumammu lirih


Magelang, 29 Juli 2015

Bangkit


Ketika rasa ini tak lagi bisa merasa
Jari jemari tak lagi mampu menggapai
Berjuta mimpi menggelayutkan asa
Terbang di ruang tak bertepi

Aku yang hilang jejak
Merangkak penuh luka
Aku terperosok dalam ruang nestapa
Menelisik tanya tanpa jawab

Gumam malam pecahkan sunyi
Undang bisik bibir berbusa
Oh ... dia datang
Hati berbingkai duka kembali berbunga

Esokkan terbakar jiwa lemah
Dalam sebuah gairah
Tetap harus berjalan
Meski tanpa teman


Magelang, 29 Juli 2015



Rindu


Dalam selembar kertas putih
Ku mainkan pena dengan jemariku
Aku tulis coretan dari hati
Rindu yang menyesatkan jiwa

Apa kabarmu kau di sana
Wahai pujaan hati
Angin yang berhembus ...
Sampaikan rindu ini padanya
Harapku aku selalu di hatinya

Waktu terus berlaku
Hari ku berlalu tanpa dia
Buat aku bertanya
Mungkinkah dia kembali untukku

Tuhan ...
Jagalah selalu hatinya untukku
Di sini aku selalu menunggu
Kapan kita bisa melepas rindu


Magelang, 29 Juli 2015

Jatuh Cinta

Degub jantungku tak karuan
Tatap matamu buat aku kikuk
Getar asmara membuncah
Sibuk sepi dalam hati

Langkah kecilku ayunkan cerita cinta
Bermekaran bunga di taman cinta
Gemercik ari tingkahi bayang wajahmu
Aku tersenyum

Diammu simpulkan rasa
Aku terperangkap jerat asmara
Kau dendangkan cinta
Dalam bisik lirihmu

Sepoi angin hadirkan nuansa syahdu
Timpali gelak tawa manjaku
Kau lingkarkan tangan di leher
Tenggelam aku dalam peluk manjamu


Magelang, 29 Juli 2015

Lembar Diary

Lembar demi lembar ku buka
Kembali diaryku
Tanpa bosa kuulang setiap hari
Namamu penuh tertulis di sana

Tersimpan dalam rangkuman
Edisi cinta
Tertulis lembutnya panggilan sayangmu
Kau sihir aku dengan matra rayuan
Aku terhempas dalam ruang haru

Magelang, 29 Juli 2015

Puisi

Puisi ini untukmu
Aku ingin kami bisa mengerti aku
Agar kau bisa
Pahami aku

Aku tak suka dicurigai
Aku tak suka bahasa dikte
Kalau kau ingin mengatur aku
Pakailah bahasa cinta
Agar aku nyaman dan mengerti

Aku ingin kita selalu damai
Damai dalam kebersamaan abadi
Tanpa ada caci maki yang
Menjadi agenda harian

Berpagut cinta dalam kebersamaan
Kau dan aku melangkah beriring
Untuk menuju kebahagiaan
Yang hakiki

Kau torehkan kata cinta untukku
Dalam diaryku dengan pena sayang
Tergelitik rasa rindu
Untukmu
Wahai pujangga cinta

Kucurahkan kerinduanku padamu
Dalam lembar diaryku
Lewat goresan pena ini
Aku titipkan rinduku padamu

Magelang, 30 Juli 2015

Sakit

Kulihat sendu raut wajahmu
Bias kesedihan nampak jelas
Menggantung di sana
Wajahmu tertunduk dalam isak

Aku hanya bisa memandang
Dalam ketidakberdayaan
Aku mengerti kau pedih
Luapkan rasamu dalam pelukku

Aku terbawa dalam ironi
Rasa ini semakin dalam
Aku salah telah buat air matamu mengalir
Aku semakin tak berdaya dalam derita

Sayangku ...
Maafkan aku telah merobek rasamu
Aku tak berdaya dan buat kau luka
Senyumlah bidadariku
Buanglah deritaku dengan senyummu

Magelang, 30 Juli 2015
Putus Cinta

Tak butuh waktu lama buatku
Mencintaimu
Sekilas pandang saja sudah cukup
Begitu cepat semua terjadi

Aku telah mengerti tentang apa yang kamu suka
Apa yang kamu tak suka
Semua sudah aku mengerti

Waktu telah membawa semua
Tentang dirimu melekat
Dalam ingatanku
Semua telah tersimpan

Hingga butuh waktu panjang
Untuk aku bisa melupakanmu
Engkau telah mengunci hati
Dan jiwaku dalam
Kisah panjang


Magelang, 30 Juli 2015


Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon