Tuesday, 21 June 2016

Dinda, maafkan Aku

Dinda, maafkan Aku

wahai kekasih yang kini hidup di dalam surga
maafkan aku yang pernah menjadikanmu ada
hadir dari bagaimana Tuhan berkuasa
atas mimpiMimpiku yang terasa begitu nyata

pada dua kali berbeda malam
dan engkau tumbuh dari doa yang suam
aku sepenuhnya mencintaimu wahai Dinda
tetapi mengapa dalam kecintaan ini engkau lalu pergi ke surga?

aku tersayat batin
aku menjelma lilin
habis dilumat api
yang nyala oleh diri

Dinda
setiap pergantian waktu kini menjadi hampa
tanpa tingkah lucumu
tanpa senyummu

bahkan kini aku harus merelakan sisi lain darimu
yang biasa tidur denganmu
aku hidup
dalam redup

aku telah menggali sendiri sumur kesedihanku
kebodohanku adalah cambuk yang beku
hingga ia pergi bersama sesalku
Dinda, aku butuh kau di sisiku

aku dan air mata ini
menggenang bersama kelukaan
Dinda, aku butuh kau usap bulir ini
aku butuh kau pancarkan senyum kebahagiaan

Dinda,
jadilah peri surga yang paling indah
bawalah aku dan sisi lain darimu kesana
dan di sana kita bangun sebuah istana, yang terbuat dari kalimat Taubah

Wahai Dinda,
eratlah dalam bahagia

21.06.2016
Dalam Kelukaan

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon