Monday, 20 June 2016

o, Wahai Engkau - SajakSajak Timur Sinar Suprabana

SajakSajak - Timur Sinar Suprabana:
o, wahai engkau
o, wahai engkau yang membayang Jauh 
namun selalu kusangka
bisa terjemba sejangkauan saja
: jalan macam bagaimana
kelok di tanjakan mana
mesti kutempuh biar bisa kusua kau sebelum Luruh
telah kumasuki entah berapa banyak malam berhujan
di mana gelap dan dinginnya mengacaukan tujuan.
telah kubaca sampai entah berapa ribu halaman
kisahkisah keluhuran para panutan.
telah kutelentangkan percintaan demi percintaan
yang mengapa tapi malah memisahkanku dari kecintaan?
taman dan pasar
menjadi kesunyian tak kenal dasar.
terminal dan kamar hotel
cumak bikin banyak hal makin menthel.
kecup dan ribu pelukan
jadi racun hampir segala harapan.
o, wahai engkau. sungguh aku Butuh menanam
namun bagaimana bisa jika telah kubuang semua bijian?
sungguh aku Mesti segera merasai mati
namun bagaimana bisa jika tak sepenuhnya kukenal kehidupan?
sungguh aku Harus mengusaikan pelayaran
namun bagaimana bisa saat kulihat telah Kering semua lautan?
maka o, wahai engkau
beri aku Risau buat menumpulkan ribuPisau
biar Tajam
henti merajam
dan malam
merelakan aku Pejam
meski cuma sebentar
....
23.39.
19.06.2016
semarang.

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon