Thursday, 9 June 2016

Pulang - Puisi Hang WS

Tags

Pulang

Puisi oleh Hang WS


Ilustrasi by Hang WS


sebenarnya aku tak ingin lagi berjumpa denganmu
meskipun tanpa kabar,
entah ajal atau kau telah temukan rumah barumu
bukan di jalanan yang kumuh, berdebu dan berbau.
"ada satu rumah di jalan kauman,

yang setiap pagi pemilik rumah sengaja meletakkan beberapa bungkus makanan dalam tas kresek yang disampirkan di pagar rumahnya" katamu
"tapi, kita harus pagi-pagi betul sampai disana,
jangan sampai kalah cepat dengan orang lain"
begitu semangat dan penuh kebanggaan memberikan kabar harapan
hanya sekedar untuk bisa makan.

atau saat kau mencari aku sambil menenteng dua nasi bungkus,
menyambangi setiap persinggahan malam kita
ruang malam, yang tak kenal lagi impian
"tadi ada orang yang membagikan nasi bungkus,
saya minta dua bungkus satu untukku, satu untukmu"

aku merasakan ada kelegaan pada dirimu
kebanggan berbagi jelas tersorot pada matamu
hingga aku tak lagi mengenali baumu.
recehan adalah hitungan kerjamu
dari sekarung sampah plastik hasil panenmu di sampah kota
mengemis adalah pantangan bagimu.

saat aku rindu pulang
aku merasa menjadi pengecut karena merindukanmu
tapi semua tak bisa dihindari
tetap saja kau temukan aku
atau aku yang temukan kau
karena persinggahan kita sama
dengan cerita-cerita usang
tentang kehidupan tanpa harapan
apalagi impian,
sama sekali enggan menghampiri.

Puasa,
mungkin menjadi hari yang lapang
ketika masjid-masjid tak terkunci
meskipun pada kadar yang berbeda

satu yang pasti
saat banyak hati terbuka untuk berbagi
waktu yang ditungu
saat pelepasan nafsu
atau membuka pintu kesadaran

bahwa rasa lapar dan dahaga
sama derajadnya tak pandang status dan kedudukan
hingga mampu membagi kebahagiaan
menjadi sama derajadnya,
bahwa tak seorang pun yang tak bisa berbuka puasa
:
Sungguh kebahagiaan itu sangat bersahaja
tunggu aku kawan


2016, Hang WS

Pijakilah Setiap yang Kau Baca dengan Komentar Manismu. (blogsastra.com)



EmoticonEmoticon